Jangan Asal Kalau Pake Dana Renovasi Rumah dari Pinjaman Bank

Kamu bermaksud merenovasi rumah dan dananya sudah dalam genggaman. Nah, sekarang hitung-hitungan dulu sebelum benar-benar melaksanakannya. Satu hal yang kudu kamu cermati saat merenovasi rumah, yakni dananya jangan sampai membengkak.


Bagaimana caranya agar dana renovasi bisa digunakan optimal, tanpa tekor? Nah, berikut beberapa tips untuk mengelolanya:


Sisihkan untuk Dana Darurat


Sejak awal, sebaiknya kamu menghitung kebutuhan dana darurat yang mungkin saja terjadi pada saat proses renovasi berlangsung. Ya katakanlah kenaikan harga bahan bangunan, pengeluaran untuk pemipaan atau instalasi listrik, dan lain-lainnya.


Dana untuk Jasa Arsitek


Salah satu syarat mengajukan kredit renovasi rumah adalah adanya dokumen Rencana Anggaran Biaya (RAB). Dokumen ini juga diperlukan pula sebagai syarat permohonan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).


Nah, kamu bisa meminta bantuan arsitek atau kontraktor untuk menyiapkan gambar kerja sekaligus menghitung RAB, sehingga perhitungannya lebih tepat dan mudah. Kamu juga perlu menyiapkan dana untuk membayar jasa arsitek atau kontraktor.


Sekadar informasi, harga jasa arsitek bervariasi. Ada yang dibayar per meter persegi dan beberapa lainnya berdasarkan persentase nilai proyek, biasanya berkisar 5-10 persen.


Kalau Dananya Bertahap


Proses pencairan dana kredit renovasi berbeda pada setiap bank. Ada yang langsung 100 persen tunai, dan ada pula yang bertahap berdasarkan tahapan renovasi. Seperti tahap pembongkaran dan konstruksi, tahap pengerjaan dinding dan atap, terakhir adalah tahap finishing.


Kalaupun sumber dana renovasi rumahmu bukan dari pinjaman bank, tapi dananya terbatas alias dikit-dikit dulu renovasinya, maka aturlah pengeluaran sebaik mungkin. Usahakan mengeluarkan biaya sesuai rencana.


Rajin Laporkan Pekerjaan Renovasi


Beberapa bank akan mencairkan kredit sesuai perkembangan renovasi. Karenanya, kamu perlu membuat laporan berkala menyangkut perkembangan pekerjaan renovasi (progress report) untuk diberikan kepada pihak bank. Progress report biasanya berupa foto dan berita acara yang kemudian akan dinilai oleh bank.


Jangan Cuekin Denda Keterlambatan


Mengajukan kredit kepada bank berarti kamu telah memahami dan menyetujui bahwa cicilan harus dibayar tepat waktu. Bank akan memberikan sangsi penalti jika kamu telat membayar cicilannya.


Denda keterlambatan biasanya dihitung berdasarkan jumlah hari keterlambatan dikalikan persentase tertentu dari jumlah cicilan bulanan. Maka sebaiknya bayarlah cicilan kredit tepat waktu ya!


Sumber : Rumah123