Kenapa Harus Punya Dana Renovasi

Buat kamu, para generasi milenial yang sudah memiliki hunian sendiri, selamat ya. Saat yang lain masih bermimpi punya rumah atau apartemen, kamu malah sudah punya lho.

Setelah kamu memiliki properti sendiri, mungkin kamu harus menyisihkan uang untuk cicilan bulanan plus mengisi hunian ini. Ya iyalah, masa kamu punya hunian malah kosong.

Setidaknya, kamu punya sofa di ruang duduk, ranjang di kamar tidur, peralatan masak di dapur, dan tidak ketinggalan meja dan kursi di ruang makan. Sebenarnya, ada hal yang tidak boleh kamu lupakan lho.

Apa lagi ya? Kamu nggak boleh melupakan biaya perawatan properti lho. Nah, ambil contoh rumah tapak yang lebih mudah ya. Setelah satu dua tahun, rumah kamu yang tempati bakal rusak.


“Kalau punya properti, kita harus punya uang cash untuk renovasi, perawatan, pengelolaan. Kalau rumah kita harganya Rp100 juta, paling nggak kita punya Rp1 juta untuk perawatan,” ujar perencana keuangan Kaukabus Syarqiah CFP.

Kenapa mesti begitu ya? Ya, simpel saja. Layaknya barang yang dipakai, rumah juga akan mengalami kerusakan perlahan.

Coba deh tengok cat fasad atau eksterior, warnanya akan pudar. Kalau cat pagar sih, mungkin kamu bisa biarkan jelek. Tapi, bagaimana dengan dinding luar rumah? Perlahan cat memudar, air pun bisa merembes masuk ke dinding.

Bagaimana juga talang air? Kalau kamu jarang memeriksa, seringkali sampah bertumpuk sehingga air tidak mengalir dengan lancar. Air pun luber ke mana-mana.

Ada beberapa pekerjaan pertukangan yang bisa kamu lakukan sendiri. Misalnya mengecat ulang tembok. Tapi ada kalanya kamu tidak sempat atau tidak bisa karena sulit dan bukan keahlian kamu. Nah, mau tidak mau mempekerjakan tukang.

Kalau kamu memanggil tukang, berapa ongkosnya sehari? Rp150 ribu atau Rp200 ribu? Berapa hari dia akan bekerja? Berapa banyak material yang digunakan?

Kalau dia bekerja 3-4 hari saja, ya hitung saja. Minimal kamu harus merogoh Rp450 ribu untuk tukang. Bagaimana dengan material, bisa jadi kalau banyak bagian yang harus diganti, kamu harus merogoh uang lebih banyak.

Jadi kalau kamu sudah memiliki rumah, kamu wajib memiliki dana cadangan untuk merenovasinya. Kalau kamu tidak merawatnya, lama-lama rumah kamu akan rusak lho.


Sumber : Rumah123